Pasang iklan

Bila Tak Hadiri Pemeriksaan Status Veronica Koman Resmi Menjadi DPO

Gema.id, Jatim – Veronica Koman kini terancam masuk menjadi salah satu daftar pencarian orang (DPO) oleh Polda Jawa Timur jika tidak menghadiri pemeriksaan sebagai tersangka.

Veronica Koman merupakan pengacara resmi Aliansi Mahasiswa Papua (AMP) Surabaya yang beberapa waktu lalu diwartakan mendapatkan perlakuan rasisme.

Veronica sendiri telah bersuara melalui akun Facebook pribadinya terkait statusnya sebagai tersangka. Yang menurutnya merupakan upaya perlakuan kriminalisasi kepada dirinya dan intimidasi terhadap warga Papua.

Hingga kini, Veronica yang sudah ditetapkan sebagai tersangka belum mendatangi  kepolisian setelah ditetapkan menjadi tersangka pada awal September ini.

Lalu penyidik mengagendakan pemeriksaan pada tangga 13 September, lalu kemudian diperpanjang lima hari. Upaya kepolisan tidak sampai disitu, pihak kepolisan juga telah melakukan pendekatan keluarga untuk membujuk perempuan itu kembali ke Indonesia yang keberadaannya saat ini di Australia.

Veronica Koman dijerat pasal berlapis: UU ITE, KUHP pasal 160 KUHP, UU Nomor 1 Tahun 1946, dan UU Nomor 40 Tahun 2008 tentang Penghapusan Diskriminasi Ras dan Etnis.

Saat ini surat DPO sedang dalam proses untuk penyebaran terkait kasus Veronica Koman.

“Surat DPO [akan] disebae secara nasional,” ungkap Kabid Humas Polda Jatim Kombespol Frans Barung Mangera, Rabu (18/9/2019)

Pemanggilan yang jatuh tempo pada tanggal 18 September 2019 atau Rabu harini ini jika Veronica belum hadir maka kepolisian akan meneribtkan DPO

“Kalau tetap tidak hadir dan di wilayah Indonesia dipastikan tidak ada maka kita akan berkoordinasi dengan mitra luar negeri di mana Veronica Koman berada di wilayahnya, misalnya Australia,” kata Kabid Humas Polda Jatim tersebut.

Sementara penetapan tersangka ini jadi perhatian Kantor Komisi Tinggi PBB untuk Hak Asasi Manusia ( Officer of the United Nations High Commissioner for Human Rights)

“Kami mengapresiasi tindakan pemerintah terhadap insiden rasis, tetap kami mendesaknya untuk mengambil langkah segera untuk melindungi Veronica Koman dari segala bentuk pembalasan dan intimidasi dan membatalkan semuda tuduhanhya,” bunyi riis PBB tersebut.

Tinggalkan komentar

Baru ?, Buat akun


Masuk

Lupa password ? (tutup)

Sudah punya akun ?, Masuk


Daftar

(tutup)

Lupa Password

(tutup)